Jika membahas tentang bisnis, maka tidak akan pernah terpikirkan oleh kita untuk membuka bisnis mendirikan sekolah SD, SMP dan SMU. Lalu kenapa bisa seperti itu? Ini semua dikarenakan masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang peluang dari bisnis sekolah ini. Dan alasan lain kurangnya minat masyarakat dalam memulai bisnis sekolah adalah karena anggapan mereka yang berpikir bahwa mendirikan sekolah itu membutuhkan sebuah modal yang besar. Padahal jika dipelajari lebih dalam lagi, ternyata untuk membuka bisnis sekolah terbilang cukup mudah dan tanpa modal besar, yaitu dengan cara melakukan kerjasama dengan pihak lain. Yang mana modal yang terlihat besar dapat ditanggung oleh beberapa orang investor, seperti yang ditawarkan oleh website kerjasamabisnis.com. Dengan cara patungan maka niat mendirikan sekolah akan cepat terlaksana. Setelah mendirikan sekolah swasta SD SMP SMU terwujud, maka keuntungan yang akan didapatkan nantinya pun cukup besar.

Dengan modal yang mencukupi, dan kualitas pengajar yang melebihi standar pada umumnya, membuat sebagian besar orang tua masih memilih sekolah swasta sebagai pembinaan pendidikan bagi anak-anak mereka, ketimbang sekolah negeri.

Sekolah negeri memang yang terbaik, karena didukung oleh pemerintah. Tetapi, sekolah swasta juga memiliki banyak kelebihan dibanding sekolah negeri. Kelebihan-kelebihan itulah yang menjadikan alasan sekolah swasta selalu diminati oleh orang tua siswa saat ini.

Memilih Sekolah Negeri atau Swasta? Dari sisi kurikulum secara umum, keduanya memiliki kesamaan karena di bawah asuhan Pemerintah. Jika orang tua memilih salah satu dari keduanya pun, tidak masalah. Meskipun demikian, faktanya sekolah swasta selalu diminati oleh orang tua siswa.

Kami membuka kesempatan kepada Bapak/Ibu/Saudara/Saudari untuk bergabung dalam kerjasama bisnis mendirikan sekolah swasta SD, SMP, SMU dengan modal usaha yang dibutuhkan sebesar 20 milyar sampai 30 milyar.

Ada beberapa SISTEM KERJASAMA yang Kami tawarkan antara lain:

1. Profit Sharing
Profit sharing adalah jenis sistem bagi hasil dimana keuntungan yang berasal dari jumlah pendapatan yang telah dikurangi dengan biaya operasional. Dengan begitu, hasil yang diperoleh merupakan keuntungan atau laba bersih. Dan pembagian keuntungan untuk investor adalah 40% sampai 60%.

2. Gross Profit Sharing
Gross profit sharing atau pembagian laba kotor adalah pembagian hasil keuntungan yang dihitung dari pendapatan yang kemudian dikurangi dengan harga pokok penjualan (HPP) sebuah produk. Dan besar persentase untuk Investor/Pemodal sebesar 15% sampai 25%.

3. Bunga Tetap (fixed)
Investor atau Pemodal akan mendapatkan Bunga Tetap sebesar 5% sampai 10% setiap bulan dalam waktu 1 tahun, dan modal yang dimasukkan akan dikembalikan setelah 1 tahun. Sistem ini dapat diperpanjang setiap tahun.

Kami membuka kesempatan kepada Bapak/Ibu/Saudara/Saudari untuk bergabung dalam kerjasama bisnis dengan sistem kerjasama diatas. Kami bertindak sebagai pengelola usaha dan Bapak/Ibu sebagai Investor (Pemilik modal). Dimana investor dapat bebas menentukan SISTEM KERJASAMA yang diinginkan, apakah itu Profit Sharing, Gross Profit Sharing, atau mendapatkan Bunga Tetap setiap bulan.

Kepada Bapak/Ibu/Saudara/Saudari yang berminat untuk bekerjasama menjalankan usaha dengan kami, silakan hubungi WA: 0858.8853.0688. Atau silakan isi Formulir Kerjasama diatas.